• Selasa, 9 Agustus 2022

Mau Menambah Berapa Lagi, Jumlah Penderita Autis, Kanker dan Banyak Lagi Penyakit Lainnya ?

- Minggu, 13 Februari 2022 | 22:30 WIB

GELIATEKONOMI, JAKARTA -- KETUA Umum JPKL (Jurnalis Peduli Kesehatan dan Lingkungan) Roso Daras, menyesalkan pernyataan seorang guru Besar IPB Bidang Pangan yang mengatakan, pelabelan free BPA tidak wajib.

'Pernyataan itu jelas akan berakibat fatal bagi kesehatan anak-anak Indonesia,' ujar Roso Daras, kepada wartawan di Jakarta, Senin (07/02/2022).

Roso Daras, juga sekaligus menyayangkan pernyataan tersebut dimuat di beberapa media online. Pada bagian pernyataan itu, bahwa tak ada kewajiban pelabelan BPA di kemasan AMDK (Air Minum Dalam Kemasan).

'Ini jelas menyesatkan masyarakat,' paparnya geram.

JPKL, kata Roso, selama ini telah mengkampanyekan kepada masyarakat agar memilih kemasan yang free BPA. Karena BPA terbukti sebagai sumber segala sumber penyakit.

Baca Juga: Komisi B Minta Dinas PU Tingkatkan Pendapatan

'Seperti kanker, autis, syaraf dan masih banyak lagi penyakit yang berbahaya,' terangnya.

Pakar pendidikan Autis, Dr Imaculata sudah menegaskan BPA terbukti sebagai faktor eksternal penyakit autis. Tiap tahun jumlah penderita terus meningkat. Dampak dari salah seorang anak terkena autis itu luar biasa. Banyak rumah tangga bercerai gara-gara punya anak autis.

Ada orangtua bahkan memilih bunuh diri karena mempunyai anak autis. Tidak mudah mempunyai anak autis. Untuk pendidikan anak autis, satu penderita harus ditangani satu orang guru.

Halaman:

Editor: Herry Kusraeli

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Munas HKN Ke IV, Perkuat Integritas Internal

Minggu, 20 Maret 2022 | 17:04 WIB

Begini Perawatan Kulit Yang Benar Versi Marina

Rabu, 9 Februari 2022 | 07:55 WIB

Project Best Learning Kembangkan Karakter Siswa

Selasa, 18 Januari 2022 | 10:18 WIB

Memprihatinkan Penderita Autisme Terus Meningkat

Kamis, 23 Desember 2021 | 20:35 WIB

Bekali Diri Jangan Mau Dibully

Rabu, 8 Desember 2021 | 19:25 WIB
X