• Minggu, 2 Oktober 2022

Waspada Bahaya BPA

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 13:58 WIB

GELIATEKONOMI, JAKARTA -- SEJUMLAH Pakar Kesehatan mengingatkan perlunya masyarakat mewaspadai bahaya Bisphenol A atau lazim disebut BPA. Para ahli kesehatan tersebut menilai edukasi kepada masyarakat mengenai hal ini masih kurang.

Pandangan tersebut mengemuka dalam Saresehan 'Upaya Perlindungan Kesehatan Masyarakat'. Yang diselenggarakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yang digelar di Hotel Shangrilla, Tanah Abang, Jakarta belum lama ini.

'Para pakar sepakat, BPA dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Diantaranya kanker, kesehatan otak, autisme, kelenjar prostat, juga dapat memicu perubahan perilaku pada anak. Tak ada dampak yang ringan akibat BPA,' ujar Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, menanggapi pandangan para pakar tersebut.

Tampil sebagai membicara antara lain; Prof Dr Andri Cahyo Kumoro, Guru Besar Fakultas Teknik Kimia Universitas Diponegoro, Diah Ayu Puspandari, dari Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan (Pusat KPMAK) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM, serta Prof. Junaidi Khotib, Dekan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, pakar dari Universitas Indonesia dan dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

Lebih lanjut, jelas Arist, di luar negeri, senyawa BPA sudah tidak digunakan lagi. Karena terbukti berbahaya bagi kesehatan.

'Menurut US Food dan Drug Administration, BPA memicu masalah kesehatan di otak. Jadi kita merasa bahwa materi diskusi di acara saresahan tersebut perlu disampaikan ke masyarakat agar masyarakat tahu,' ujarnya.

Baca Juga: Dan Tanta Ginting Pun Muntah Sampai 3 Kali ?

Saat ini semakin banyak informasi terkait keamanan BPA pada kemasan plastik polikarbonat (PC) yang berdampak pada kesehatan. BPA merupakan salah satu bahan penyusun plastik PC kemasan air minum dalam galon yang pada kondisi tertentu dapat bermigrasi dari kemasan PC ke dalam air yang dikemasnya.

BPA bekerja atau berdampak kesehatan melalui mekanisme endocrine disruptors atau gangguan hormon khususnya hormon estrogen. Sehingga berkorelasi pada gangguan sistem reproduksi, diabetes, obesitas, gangguan sistem kardiovaskular, gangguan ginjal, kanker, perkembangan kesehatan mental, autism spectrum disorder (ASD) dan pemicu Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

Halaman:

Editor: Herry Kusraeli

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Waspada Bahaya BPA

Jumat, 12 Agustus 2022 | 13:58 WIB

Munas HKN Ke IV, Perkuat Integritas Internal

Minggu, 20 Maret 2022 | 17:04 WIB

Begini Perawatan Kulit Yang Benar Versi Marina

Rabu, 9 Februari 2022 | 07:55 WIB

Project Best Learning Kembangkan Karakter Siswa

Selasa, 18 Januari 2022 | 10:18 WIB

Memprihatinkan Penderita Autisme Terus Meningkat

Kamis, 23 Desember 2021 | 20:35 WIB

Bekali Diri Jangan Mau Dibully

Rabu, 8 Desember 2021 | 19:25 WIB

Terpopuler

X