• Jumat, 17 September 2021

Posisi Cadangan Devisa Indonesia Meningkat dan Catat Rekor Tertinggi

- Senin, 13 September 2021 | 20:00 WIB
Ilustrasi Cadangan Devisa Indonesia
Ilustrasi Cadangan Devisa Indonesia

JAKARTA, GE - Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2021 meningkat. Jumlahnya setara dengan pembiayaan 9,1 bulan impor atau 8,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Cadangan devisa ini juga berada di atas standar kecukupan internasional yang sekitar tiga bulan impor.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono mengatakan, posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia kembali meningkat pada Agustus 2021 menjadi USD144,78 miliar dan tercatat se bagai posisi tertinggi sepanjang sejarah RI. Rekor tertinggi sebelumnya adalah USD138,80 miliar yang dicapai pada akhir April tahun ini.

Dikatakannya, pada posisi akhir Juli 2021 cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar USD137,34 miliar. Cadangan devisa Agustus 2021 naik setelah adanya tambahan dana berupa alokasi special drawing rights (SDR) dari Dana Moneter Internasional (IMF).

Baca Juga: Kapolri Resmikan Gedung Baru Asrama Ponpes Assalam Sukabumi

Alokasi SDR yang diterima sebesar 4,46 miliar SDR atau setara dengan USD6,31 miliar. Sebagai informasi, SDR adalah cadangan devisa internasional yang diciptakan sejak 1969 sebagai tambahan cadangan devisa bagi negara-negara anggota IMF.

Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk memperkuat cadangan devisa bagi negara-negara anggota IMF, termasuk Indonesia. Tahun ini, lembaga itu menambah alokasi SDR dan mendistribusikannya kepada seluruh negara anggotanya sesuai dengan proporsional kuota masing-masing negara.

"Ini merupakan upaya IMF untuk mendukung ketahanan dan stabilitas ekonomi global dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19 dan membangun kepercayaan pelaku ekonomi, serta memperkuat cadangan devisa global. Alokasi SDR tersebut didistribusikan kepada negara-negara anggota IMF tanpa biaya," ujarnya dilansir dari laman Indonesia.go.id, Senin (13/09/2021).

Seperti disebutkan di atas, SDR adalah instrumen aset keuangan yang diterbitkan oleh IMF untuk mendukung cadangan devisa masing-masing negara anggotanya. Tentu tujuan masing-masing negara berbeda-beda, tergantung pada situasi yang melatarbelakangi keputusan IMF.

Baca Juga: DPR RI Dukung RUU KUP Untuk Menjaga Kesinambungan Fiskal

Khusus soal suntikan SDR bagi Indonesia, negara ini bukan pertama kalinya menikmati fasilitas SDR. Pada 1998, Indonesia pernah mendapatkan suntikan SDR dan itu atas permintaan pemerintah Indonesia. Penyebabnya Indonesia mengalami krisis keuangan.

Halaman:

Editor: Mohamad Kustandi

Sumber: Indonesia.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ubi Jalar Jabar Tembus Pasar Singapura

Kamis, 16 September 2021 | 20:45 WIB

Menkeu Sri Mulyani Edukasi Generasi Muda Kenal APBN

Senin, 13 September 2021 | 12:32 WIB

Ekonomi Mulai Membaik, Pemprov Jabar Harus Bantu UMKM

Rabu, 8 September 2021 | 20:20 WIB

Gali Potensi Jabar Perluasan Pasar Ekspor ke Tiongkok

Jumat, 3 September 2021 | 07:53 WIB
X