• Sabtu, 18 September 2021

Jabar Punya Pabrik Baterai Listrik Terbesar Asia Tenggara

- Rabu, 15 September 2021 | 17:14 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendampingi Presiden Joko Widodo saat peletakan batu pertama pabrik baterai listrik HKML Battery Indonesia di Proyek Karawang New Industrial City, Kabupaten Karawang, Rabu (15/9/2021). (Foto: Laily Rachev/ Biro Pers Sekretariat Presiden)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendampingi Presiden Joko Widodo saat peletakan batu pertama pabrik baterai listrik HKML Battery Indonesia di Proyek Karawang New Industrial City, Kabupaten Karawang, Rabu (15/9/2021). (Foto: Laily Rachev/ Biro Pers Sekretariat Presiden)

KARAWANG,GE – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendampingi Presiden Joko Widodo meletakkan batu pertama pabrik baterai listrik HKML Battery Indonesia di Proyek Karawang New Industrial City, Kabupaten Karawang, Rabu (15/9/2021).

Turut hadir Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

Menurut Presiden Joko Widodo HKML Battery merupakan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia dan Asia Tenggara. Nilai investasinya mencapai USD1,1 miliar atau setara Rp15 triliun (mengacu kurs Rp14.240 per USD).

Baca Juga: Presiden Jokowi Groundbreaking Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Pertama di Indonesia

"Kita patut bersyukur hari ini bisa menyaksikan groundbreaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia. Bahkan pertama di Asia Tenggara dengan nilai investasi USD1,1 miliar," kata Jokowi.

Presiden mengatakan, pembangunan pabrik ini merupakan bukti keseriusan pemerintah untuk hilirisasi industri mengingat era kejayaan komoditas barang mentah seperti nikel sudah tidak sementereng dahulu.

"Dan kita harus berani mengubah struktur ekonomi yg selama ini berbasis komoditas untuk masuk ke hilirisasi. Masuk ke industrialisasi menjadi negara industri yang kuat dengan berbasis pada pengembangan inovasi teknologi," kata Jokowi.

HKML Battery mengubah nikel mentah menjadi barang jadi dengan nilai tambah berlipat. Perlu dicatat Indonesia merupakan salah satu negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia.

"Hilirisasi industri nikel akan meningkatkan nilai tambah biji nikel secara signifikan. Jika diolah menjadi cell baterai nilainya bisa meningkat enam sampai tujuh kali lipat. Jika jadi mobil listrik akan meningkat lebih besar lagi nilai tambahnya yaitu 11 kali lipat," kata Jokowi.

Halaman:

Editor: Ferry Ardiansyah

Tags

Terkini

Vaksin 'Door To Door', Perlu Didukung Semua Pihak.

Jumat, 17 September 2021 | 17:18 WIB

Go Digital, UMKM Harus Siap Lonjakan Permintaan

Jumat, 17 September 2021 | 16:30 WIB

Ubi Jalar Jabar Tembus Pasar Singapura

Kamis, 16 September 2021 | 20:45 WIB

Menkeu Sri Mulyani Edukasi Generasi Muda Kenal APBN

Senin, 13 September 2021 | 12:32 WIB

Ekonomi Mulai Membaik, Pemprov Jabar Harus Bantu UMKM

Rabu, 8 September 2021 | 20:20 WIB
X