• Minggu, 24 Oktober 2021

Menperin Agus Optimistis Industri Tumbuh 5,5 Persen Tahun 2022

- Kamis, 7 Oktober 2021 | 23:34 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita .(foto :dok  kemenperin)
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita .(foto :dok kemenperin)

JAKARTA, GE - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita optimistis pertumbuhan industri pada tahun 2022 akan mampu menyentuh di angka 5-5,5 persen apabila tidak terjadi gelombang besar kasus Covid-19 di tanah air. Oleh karena itu, berbagai program dan kebijakan strategis yang mendukung laju kinerja sektor industri terus digulirkan guna menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Untuk tahun ini targetnya (pertumbuhan industri) sebesar 4,5-5 persen, sedangkan tahun depan 5-5,5 persen,” kata Menperin di Jakarta, Kamis (7/10). Pada triwulan II tahun 2021, sektor industri manufaktur berhasil mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 6,91%, meskipun di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19.

“Tentunya kita berharap laporan triwulan III Tahun 2021 yang akan dirilis awal bulan Oktober 2021 ini akan terus menumbuhkan optimisme bagi kita untuk menjalankan pembangunan di sektor industri manufaktur,” terangnya.

Baca Juga: PT. Migas Hulu Jabar Harus Utamakan Kepentingan Masyarakat

Menperin menegaskan, pihaknya tetap fokus menjalankan program dan kebijakan unggulan yang dapat menopang performa sektor industri. Misalnya, pelaksanaan program substitusi impor 35 persen pada tahun 2022. Upaya strategis ini untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk impor sekaligus mendorong penguatan struktur industri manufaktur di dalam negeri.

“Strategi ini ditempuh guna merangsang pertumbuhan investasi di sektor industri substitusi impor dan peningkatan utilitas industri domestik,” tutur Menperin. Kebijakan tersebut akan didukung dengan optimalisasi program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

Agus menyampaikan, berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, awalnya terdapat lima sektor yang menjadi prioritas pengembangan dalam kesiapan memasuki era industri 4.0. Namun, di tengah pandemi Covid-19, Kemenperin menambahkan dua sektor lagi untuk menopang perekonomian nasional.

Baca Juga: Komisi I DPRD Jabar Dorong Optimalisasi Lahan Idle

“Ketujuh sektor potensial itu adalah industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, elektronik, kimia, alat kesehatan, serta farmasi,” sebutnya. Aspirasi besarnya, dari kinerja tujuh sektor tersebut, Indonesia bisa menjadi bagian dari 10 negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030.

Halaman:

Editor: Ferry Ardiansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Usaha Rental Mobil di Bandung Mulai Bergairah

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 10:03 WIB

Jabar - Jateng Kembangkan UMKM di Kota Lama

Senin, 18 Oktober 2021 | 08:44 WIB

Telkomsel Hadirkan Bisnis Bluebird Melalui B2B

Senin, 11 Oktober 2021 | 13:13 WIB
X