• Senin, 29 November 2021

UMKM Halal Go-Digital untuk Tingkatkan Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Masyarakat

- Minggu, 7 November 2021 | 13:51 WIB
Program Pelatihan Digitalisasi Pemasaran dan Manajemen Produk Halal bagi 1000 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Provinsi Sumatera Barat.(foto IST)
Program Pelatihan Digitalisasi Pemasaran dan Manajemen Produk Halal bagi 1000 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Provinsi Sumatera Barat.(foto IST)

GELIAT EKONOMI, PADANG -- Pengembangan industri halal perlu dilakukan secara inklusif dengan mengoptimalkan potensi UMKM yang saat ini diperkirakan mencapai 64,2 juta unit usaha. Pemberdayaan UMKM halal melalui pemanfaatan teknologi digital akan menjadi kekuatan  besar yang berdampak siginifikan bagi peningkatan perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin, menyampaikan bahwa pengembangan industri halal perlu dilakukan secara inklusif dengan mengoptimalkan potensi UMKM.

Pemberdayaan UMKM halal melalui pemanfaatan teknologi digital akan menjadi kekuatan besar yang berdampak siginifikan bagi peningkatan perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat. 

Baca Juga: Indonesia Sharia Economic Festival 8th (ISEF) Sustainable Fashion, Sustainable Lifestyle 'JANGGAWARI'

”Pemerintah terus mendorong pendampingan terintegrasi dan berkelanjutan diantaranya melalui sinergi peran Pusat Layanan Usaha Terpadu K-UMKM di daerah dengan program pendampingan yang dilaksanakan Kementerian/Lembaga dan platform digital,” tegas Rudy.

Sebagaimana diketahui, penduduk muslim di Indonesia merupakan mayoritas dari jumlah penduduk yang ada, yaitu sebesar 87% dari total penduduk atau sekitar 236,53 juta orang. Jumlah ini setara dengan 12,70% dari seluruh penduduk muslim yang ada di dunia.

Sejalan dengan hal itu, gaya hidup halal (halal lifestyle) dengan menggunakan industri halal produk-produk bersertifikat halal menjadi sebuah kebutuhan utama bagi umat Islam dan memberikan peluang bagi Indonesia untuk menjadi penghasil produk dan jasa halal terbesar di dunia.  

Baca Juga: Wapres: Peparnas Adalah Ajang yang Sangat Istimewa

Namun, peningkatan kebutuhan tersebut sebagian besar masih dipenuhi melalui impor karena kemampuan para produsen di dalam negeri belum sesuai dengan standar halal yang berlaku, sehingga saat ini Indonesia masih berada di peringkat 5 sebagai negara produsen halal.

Halaman:

Editor: Ferry Ardiansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jabar Tertinggi Realisasi Investasi di Indonesia

Rabu, 24 November 2021 | 19:12 WIB

Peningkatan Peran Bank Syariah melalui SDM Unggul

Selasa, 9 November 2021 | 21:27 WIB

Sertifikasi SNI Tingkatkan Nilai Jual UMKM

Rabu, 3 November 2021 | 19:50 WIB

Model Usaha Ekonomi Kreatif Berbasis Start Up.

Jumat, 29 Oktober 2021 | 11:54 WIB
X