• Sabtu, 18 September 2021

Kahadiran Tol Semarang Demak Bisa Menjadi Solusi Multifungsi

- Minggu, 12 September 2021 | 16:01 WIB
Pembanguna  Tol Semarang Demak
Pembanguna Tol Semarang Demak

JAKARTA, GE - Sebagai salahsatu peningkatan konektivitas antar daerah, jalan Tol Semarang – Demak juga akan berfungsi sebagai pengendalian banjir rob, dengan adanya fungsi kolam retensi dan tanggul laut. Tak hanya itu tol ini nantinya berfungsi mengurangi kemacetan lalu lintas secara signifikan di kawasan Kaligawe dan Bandara Ahmad Yani.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi 2 yang berada di Desa Sidogemah, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah Pada 11 Juni 2021 lalu. 

"Keistimewaan Jalan Tol Semarang-Demak adalah multifungsi. Selain untuk meningkatkan konektivitas, juga berfungsi sebagai pengendalian banjir rob," ujar Presiden Jokowi saat kunjungan tersebut.

Baca Juga: Upaya Terbentuk Herd Immunity, Pangdam III Siliwangi Tinjau Vaksinasi di Pangandaran

Dilansir dari laman indonesia.go.id tol ini juga dikatakan Kepala Negara akan berfungsi sebagai kolam retensi dan terintegrasi dengan tanggul laut. Di sinilah peran pencegahan banjirnya. Seperti diketahui banjir rob kerap melanda Semarang, terutama di wilayah Genuk dan Kaligawe.

Kehadiran tanggul laut bisa merevitalisasi kawasan industri di daerah tersebut. Wilayah-wilayah bekas genangan yang mengering ini kemudian bisa digunakan untuk kawasan industri dan pendukungnya, serta pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Jawa Tengah.

 

Skema Kerja Sama Badan Usaha

Proyek Tol Semarang-Demak merupakan bagian dari jaringan Tol Trans Jawa koridor Pantura. Koridor ini akan menghubungkan Semarang, Demak, Tuban, dan Gresik, menyambung ke Tol Gresik-Surabaya yang sudah terhubung dan beroperasi sebelumnya.

Dirjen Bina Marga, Kementerian PUPR, Hedy Rahadian mengatakan, pembiayaan pembangunan jalan Tol Semarang-Demak menggunakan skema Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Jalan tol dengan panjang 26,7 km ini terbagi menjadi dua seksi, yakni Seksi 1 Semarang/Kaligawe-Sayung sepanjang 10,39 km yang merupakan porsi pemerintah. Kebutuhan biaya yang diperlukan di seksi ini sekitar Rp10,56 triliun. Sementara itu, Seksi 2 (Sayung-Demak) sepanjang 16,31 km adalah porsi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Pembangunan Perumahan Semarang Demak.

Halaman:

Editor: Mohamad Kustandi

Sumber: Indonesia.go.id

Artikel Terkait

Terkini

Karena Konten Ini, Hersubeno Arief dilaporkan ke Polisi

Selasa, 14 September 2021 | 16:02 WIB
X