Pengelolaan Maritim Berpotensi Menghasilkan Pendapatan Negara Sebesar Enam Kali APBN

- Selasa, 28 September 2021 | 06:43 WIB
Letjen TNI Mar (Purn) Nono  Sampono, S.Pi., M.Si.(tengah) anggota MPR RI yang juga Wakil Ketua DPD RI narasumber diskusi Empat Pilar MPR RI di Media Center MPR/DPR/DPD RI, Senin (27/9/2021).
Letjen TNI Mar (Purn) Nono Sampono, S.Pi., M.Si.(tengah) anggota MPR RI yang juga Wakil Ketua DPD RI narasumber diskusi Empat Pilar MPR RI di Media Center MPR/DPR/DPD RI, Senin (27/9/2021).

JAKARTA , GE -- Indonesia adalah negara meritim terbesar di dunia. Luas lautnya mencakup 2/3 dari seluruh luas wilayah Indonesia, atau sekitar 5,8 juta kilometer persegi. Sedangkan jumlah pulau yang ada diwilayah Indonesia mencapai 17.491 pulau. Di dalam laut Indonesia terdapat potensi sumber daya yang sangat besar. Bukan hanya ikan, tetapi juga bahan tambang, hutan mangrove, hingga terumbu karang.

Sayang, kekayaan yang sebegitu besar, itu belum dioptimalkan bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat. Terbukti potensi maritime Indonesia belum bisa menembus angka 22 % dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Jauh di bawah Thailand yang hampir mencapai 40%, Jepang 54%, bahkan Tiongkok sebagai negara daratan mampu menghasilkan 48,6% dari pendapatan domestik bruto.

“Negara-negara besar di dunia sangat memperhatikan urusan kekuatan maritimnya, karena dua alasan. Yaitu masalah ekonomi dan keamanan. Makanya Amerika, Inggris, Rusia, Perancis, Jerman, dan Australia tidak pernah mengabaikan persoalan maritime, karena di sana ada kepentingan besar,” kata anggota MPR RI yang juga Wakil Ketua DPD RI Letjen TNI Mar (Purn) Nono Sampono, S.Pi., M.Si.

Baca Juga: Ketua TP-PKK Jabar Atalia : Ajak Masyarakat Jadi Orang Tua Asuh Anak Yatim Piatu karena COVID-19

Pernyataan itu disampaikan Nono Sampono, pada diskusi Empat Pilar MPR RI. Acara tersebut berlangsung di Media Center MPR/DPR/DPD RI, Senin (27/9/2021). Tema yang dibahas pada diskusi tersebut adalah Meneguhkan Kedaulatan Maritim NKRI: Penguatan Pertahanan dan Keamanan. Selain Nono diskusi itu juga menghadirkan narasumber Siswanto Rusdi Pengamat Kemaritiman dan Direktur Namarin.

Minimnya kontribusi maritim terhadap Pendapatan Domestik Bruto, menurut Nono disebabkan karena kurangnya kemampuan dan kemauan memanfaatkan potensi kelautan. Terbukti, anggaran yang disediakan bagi pengembangan kelautan relative kecil. Padahal. meminjam hasil kajian Prof. Rokhmin Dahuri, kalau potensi maritime itu dikelola dengan baik, maka penghasilan yang diperoleh bisa mencapai 6 kali APBN.

“Saya ingat kata-kata jenderal Leonardus Benyamin Moerdani, kalau kita bicara tentang ekonomi yaitu kesejahteraan, maka kita harus bicara tentang keamanan. Antara kesejahteraan dan keamanan, itu seperti dua sisi mata uang. Kita bicara keamaan tanpa kesejahteraan maka salah. Demikian sebaliknya,” kata Nono menambahkan.

Baca Juga: PERKI: Memanfaatkan Inovasi Teknologi Kesehatan dan Digital untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Pernyataan serupa disampaikan Pengamat Kemaritiman Siswanto Rusdi. Menurut Rusdi belum optimalnya pemanfaatan wilayah lautan nusantara bisa dilihat dari politik anggaran yang selama ini dijalankan pemerintah. Selama bertahun-tahun anggaran untuk pengadaan alutsista tidak lebih dari 2%. Jauh di bawah anggaran Pendidikan sebesar 20% APBN.

Halaman:

Editor: Ferry Ardiansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Umumkan Peluncuran Dentsu Internasional

Jumat, 2 September 2022 | 18:01 WIB

Ono Surono : Meski Menang SMRC, Jangan Jumawa

Rabu, 12 Januari 2022 | 07:14 WIB
X