• Senin, 29 November 2021

Presiden Jokowi Dorong Pertamina dan PLN Siapkan Transisi Energi

- Sabtu, 20 November 2021 | 21:04 WIB
Caption : Presiden Joko Widodo ( Foto: BPMI Setpres )
Caption : Presiden Joko Widodo ( Foto: BPMI Setpres )

GELIAT EKONOMI, JAKARTA -- Peralihan menuju energi yang lebih ramah lingkungan adalah salah satu upaya pemerintah dalam mengendalikan perubahan iklim. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong PT Pertamina dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk segera menyiapkan perencanaan transisi energi dari energi fosil menjadi energi hijau.

Demikian disampaikan Presiden saat memberikan arahan kepada Dewan Komisaris dan Direksi PT Pertamina dan PT PLN di Istana Kepresidenan Bogor.

“Memang kita tahu bahwa transisi energi ini memang tidak bisa ditunda-tunda. Oleh sebab itu, perencanaannya, grand design-nya, itu harus mulai disiapkan. Tahun depan kita akan apa, tahun depannya lagi akan apa, lima tahun yang akan datang akan apa,” ucap Presiden.

Baca Juga: Wagub Uu Ruzhanul : BUMDes Dapat Gerakan Ekonomi Desa

Kepala Negara mengatakan bahwa penyiapan transisi energi menuju energi hijau merupakan keharusan. Oleh karena itu, Presiden meminta untuk menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk memperkuat fondasi menuju transisi energi.

“Ini yang harus mulai disiapkan, mana yang bisa digeser ke hidro, mana yang bisa digeser ke geotermal, kemudian mana yang bisa digeser ke surya, mana yang bisa digeser ke bayu,” lanjut Kepala Negara.

Presiden menuturkan bahwa suplai energi di Indonesia terbesar saat ini masih dari batu bara sebesar 67 persen, kemudian bahan bakar atau fuel 15 persen, dan gas 8 persen. Kepala Negara memandang bahwa apabila Indonesia dapat mengalihkan energi tersebut, maka akan berdampak pada keuntungan neraca pembayaran yang dapat memengaruhi mata uang (currency) Indonesia.

Baca Juga: Waket DPD Nono : Kebangkitan Perekonomian Indonesia dengan Mendukung Eksistensi UMKM

“Kalau kita bisa mengalihkan itu ke energi yang lain, misalnya mobil diganti listrik semuanya, gas rumah tangga diganti listrik semuanya, karena di PLN oversupply. Artinya, suplai dari PLN terserap, impor minyak di Pertamina menjadi turun,” tuturnya.

Halaman:

Editor: Ferry Ardiansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Karena Tugas Ini, Nakes diusulkan Sebagai Pahlawan

Rabu, 10 November 2021 | 18:47 WIB

PWI Pusat Gelar Lanjutan Koordinasi Jelang HPN 2022

Kamis, 4 November 2021 | 20:07 WIB

SVIB Vaksinasi 28 Ribu Dosis Ke Warga Medan

Kamis, 4 November 2021 | 16:50 WIB

Derrick Heng Jabat Direktur Marketing Telkomsel

Selasa, 2 November 2021 | 19:11 WIB
X