• Minggu, 2 Oktober 2022

Reda Manthovani: Medsos Bisa Datangkan Manfaat tapi Bisa Berujung Persoalan Hukum

- Kamis, 9 Juni 2022 | 07:22 WIB
Ketua Umum SMSI Firdaus bersama Kajati DKI Jakarta Reda Manthovani (SMSI)
Ketua Umum SMSI Firdaus bersama Kajati DKI Jakarta Reda Manthovani (SMSI)

JAKARTA, GELIAT EKONOMI - Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Dr. Reda Manthovani, SH, LLM menjelaskan berdasarkan riset DataReportal menunjukkan jumlah pengguna media sosial mainstream, seperti You Tube, Whatsapp, Facebook, Instagram, Tik Tok, Facebook Messenger, twitter, di Indonesia jumlahnya mencapai 191,4 juta pada Januari 2022.

Meskipun demikian, kata Reda, media sosial ini dapat diibaratkan seperti “pedang bermata dua” sebab selain mendatangkan banyak manfaat, tetapi jika digunakan secara tidak bertanggungjawab sudah pasti akan berujung dengan persoalan hukum.

“Fakta menunjukkan tren kriminal saat ini bukan hanya korupsi, terorisme, narkotika, namun kasus-kasus yang turut mewarnai adalah berhubungan dengan teknologi internet dan media sosial, termasuk kasus pencemaran nama baik lewat media sosial internet. Disamping pencemaran nama baik, termasuk pula perdagangan gelap, penipuan, pemalsuan, pornografi, SARA dan berita bohong,” tutur Reda saat Diskusi Lingkar Merdeka SMSI, yang digelar secara hybrid, online dan offline di kantor pusat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jalan Veteran II, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Juni 2022.

Baca Juga: Taufiqurokhman: Pengguna Internet di Indonesia Mencapai 88,1 Juta, Terbanyak Kaum Wanita

Penggunaan media sosial, kata Reda, telah cukup banyak yang berujung pada permasalahan hukum. Reda memberi contoh

Ia mencontohkan, kasus Adam Deni dan Ni Made dituntut 8 tahun penjara [melanggar Pasal 48 Ayat (3) jo Pasal 32 Ayat (3) UU No. 11 Tahun 2008 jo.UU No. 19 Tahun 2016 tentang ITE Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Kemudian Buni Yani divonis 1,5 tahun penjara [melanggar Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) dan/atau Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (3) UU No. 11 Tahun 2008 jo.UU No. 19 Tahun 2016 tentang ITE];

Baca Juga: Sebagai Calon Pemimpin, Kaum Milenial Harus Pahami Empat Pilar Kebangsaan

Lalu I Gede Ari Astina alias Jerinx (JRX) divonis 1,2 tahun penjara [melanggar Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) dan/atau Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (3) UU No. 11 Tahun 2008 jo.UU No. 19 Tahun 2016 tentang ITE. Dan Dhani Ahmad divonis 1,6 tahun penjara [melanggar Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) UU No. 11 Tahun 2008 jo.UU No. 19 Tahun 2016 tentang ITE].

Halaman:

Editor: Zaenal Ihsan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Umumkan Peluncuran Dentsu Internasional

Jumat, 2 September 2022 | 18:01 WIB

Ono Surono : Meski Menang SMRC, Jangan Jumawa

Rabu, 12 Januari 2022 | 07:14 WIB

Terpopuler

X