• Sabtu, 18 September 2021

DPR RI Dukung Pemerintah Tutup Akses Masuk WNA Demi Mencegah Masuknya Varian MU

- Senin, 13 September 2021 | 20:26 WIB
Netty Prasetiyani
Netty Prasetiyani

JAKARTA, GE - Langkah pemerintah Indonesia memperketat akses masuk bagi warga negara asing (WNA) demi mencegah masuknya Varian Of Interest (VOI) Covid-19 seperti varian MU mendapat dukungan dari Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher.

“Jika diperlukan, pemerintah jangan ragu menutup akses masuk sementara. Keselamatan rakyat yang terancam karena masuknya varian baru harus diutamakan dari kepentingan apapun," kata Netty saat rapat kerja Komisi IX DPR RI dengan Menteri kesehatan dan Menteri Keuangan serta juga Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di DPR RI">Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, dikutip dari laman dpr.go.id, Senin (13/9/2021).

Netty menjelaskan, varian virus yang masuk kategori ini menyebabkan peningkatan klaster kasus Covid-19. Menurutnya, saat ini varian MU sendiri sudah ditemukan di 46 negara termasuk di negara Asia seperti Korea Selatan, Jepang dan Hongkong. 

Baca Juga: Vaksinasi Bagi Pelajar Harga Mati.

“Saat ini varian MU memang belum terdeteksi di Indonesia, tapi tidak ada jaminan keadaan akan terus aman. Apalagi varian ini dapat menyebabkan reaksi yang lebih parah. Pemerintah harus lebih ketat dalam skrining, karantina dan monitoring terhadap WNA maupun WNI dari luar negeri. Jangan sampai terjadi imported case sebagaimana pada kasus varian delta, yang memicu lonjakan kasus," katanya.

Selain itu, kata Legislator F-PKS ini, pemerintah harus meningkatkan pemeriksaan whole genome sequencing, yaitu pemeriksaan sampel virus guna mengetahui kode genetik varian dan mutasinya. "Saat ini genome sequencing kita baru di angka 5.000 sampai 6.000. Sementara negara-negara lain, genome sequencing-nya sudah ada di angka puluhan dan bahkan ratusan ribu pemeriksaan. Pemerintah harus segera meningkatkan pemeriksaan ini agar dapat memantau perkembangan varian yang ada," ungkapnya.

Baca Juga: Utan (63) Sang Purnabakti Guru, Yang Kini Memilih Menggeluti Bisnis Pertanian.

Netty juga mengusulkan agar pemerintah membuka opsi vaksin booster kepada kelompok masyarakat rentan, terutama lansia yang memiliki penyakit penyerta. Mengingat ada dugaan varian MU ini mampu menurunkan efikasi vaksin.

“Kelompok rentan seperti lansia berpotensi terpapar kembali. Oleh karena itu perlu diberikan vaksin booster seperti yang diterima oleh nakes," ucapnya seraya menyampaikan opsi ini lebih cocok dipilih daripada membuka opsi vaksin booster berbayar sebagaimana pernyataan pemerintah beberapa waktu sebelumnya.

***

Halaman:

Editor: Mohamad Kustandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPR RI Sebut Desa Pujon Kidul Percontohan Desa Wisata

Jumat, 17 September 2021 | 23:05 WIB

Pemerintah Harus Peduli Limbah Medis B3 Dampak Pandemi

Rabu, 15 September 2021 | 10:32 WIB

Tinjau Apartemen Transit, Komisi IV Sebut Soal Buruh

Selasa, 14 September 2021 | 07:50 WIB
X