• Sabtu, 18 September 2021

Said Abdullah: Postur RAPBN 2022 Sebesar 2.714,2 Triliun Rupiah Telah Disetujui

- Selasa, 14 September 2021 | 21:33 WIB
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah (DPR RI)
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah (DPR RI)

JAKARTA, GE - Postur sementara belanja negara dalam RAPBN 2022 sebesar Rp2.714,2 triliun. Angka tersebut naik Rp5,5 triliun dari usulan awal sebesar Rp2.708,7 triliun. Panitia Kerja (Panja) A RAPBN 2022 menyepakati usulan tersebut.

Hal ini dikatakan Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah saat membacakan penetapan postur sementara RAPBN TA 2022 berdasarkan hasil Panja Asumsi Dasar, Pendapatan, Defisit dan Pembiayaan yang dihadiri Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo, Deputi Bappenas, Kemenkumham dalam secara fisik dan virtual dari Ruang Rapat Banggar DPR RI, Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (14/9/2021).

Menurutnya, kenaikan belanja tersebut akan dialokasikan untuk tambahan belanja pendidikan sebesar Rp1,1 triliun.

Baca Juga: BOR Jabar Sudah Satu Digit ,Gubernur Ingatkan Prokes dan Aplikasi PeduliLindungi

"Selanjutnya, untuk penambahan alokasi belanja non-pendidikan sebesar Rp4,4 triliun di antaranya masuk di dalamnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Perindustrian, untuk kesehatan, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan lain-lain,” ujar Said sembari memaparkan belanja pemerintah pusat pada 2022 sebesar Rp1.943,7 triliun, naik Rp5,5 triliun dari usulan pemerintah sebesar Rp1.938,3 triliun, Dikutip dari laman dpr.go.id.

Politisi Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu menyatakan secara rinci dana tersebut akan digunakan untuk belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp945 triliun dan belanja non-K/L sebesar Rp998,8 triliun. Di sisi lain, sambung Said, sektor Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) tidak terdapat adanya perubahan yakni sejumlah Rp770,4 triliun.

Said menuturkan, postur sementara untuk pendapatan naik Rp5,5 triliun dari Rp1.840,7 triliun menjadi Rp1.846,1 triliun. Aspek lainnya seperti penerimaan perpajakan ditargetkan sebesar Rp1.510 triliun. Lebih lanjut, jika dirinci maka penerimaan pajak sebesar Rp1.265 triliun dan penerimaan kepabeanan dan cukai Rp245 triliun. Lalu, PNBP ditetapkan sebesar Rp335 triliun yang naik Rp2,4 triliun dari usulan awal sebesar Rp333,2 triliun.

Baca Juga: Sekitar 200 Rumah Lebih Di Empat Wilayah Di Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, Terendam Banjir.

"Dari penetapan ini, defisit anggaran tetap ditargetkan sebesar Rp868 triliun. Angka itu setara dengan 4,85 persen terhadap PDB. Alhasil tambahan belanja akan dipenuhi dari penerimaan negara, mengingat Panja A RAPBN 2022 Banggar DPR RI juga menyepakati pendapatan negara naik sebesar Rp5,5 triliun menjadi Rp 1.846,1 triliun atau lebih tinggi dari yang diajukan pemerintah Rp1.840,7 triliun," pungkas Said.

**

Halaman:

Editor: Mohamad Kustandi

Sumber: DPR RI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPR RI Sebut Desa Pujon Kidul Percontohan Desa Wisata

Jumat, 17 September 2021 | 23:05 WIB

Pemerintah Harus Peduli Limbah Medis B3 Dampak Pandemi

Rabu, 15 September 2021 | 10:32 WIB

Tinjau Apartemen Transit, Komisi IV Sebut Soal Buruh

Selasa, 14 September 2021 | 07:50 WIB
X