• Minggu, 24 Oktober 2021

Tingginya Kadar Parasetamol di Teluk Jakarta, Netty Soroti Buruknya Pengolahan Limbah Farmasi

- Senin, 4 Oktober 2021 | 22:02 WIB
Agggota DPR RI, Netty Prasetiyani
Agggota DPR RI, Netty Prasetiyani

JAKARTA, GE - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menyoroti kejadian tingginya kadar Parasetamol di Teluk Jakarta. Menurut Netty, indikator ini menunjukan buruknya pengelolaan limbah medis (farmasi). Ia menekankan jika hal ini dibiarkan akan membahayakan biota laut serta manusia.

"Tingginya kadar parasetamol tentu berbahaya bagi kehidupan biota laut dan juga manusia yang mengonsumsi makanan dari laut. Kondisi ini menunjukkan cara pengelolaan limbah farmasi yang buruk dan tidak tertata dengan baik,” terang Netty dikutip dari laman dpr.go.id, Senin (4/10/2021).

Menurut Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPR RI itu, kini pemerintah harus fokus menyelesaikan pengelolaan limbah farmasi. Apalagi saat ini Indonesia masih dilanda pandemi, yang mana mengakibatkan konsumsi obat-obatan meningkat sekaligus berdampak pada semakin tingginya limbah farmasi.

Baca Juga: Cemari DAS Cilamaya Wagub Uu Ruzhanul Hentikan Operasional Pabrik Tepung Tapioka di Karawang

Oleh sebab itu, ia mendorong pemerintah untuk segera mengatur tata kelola limbah farmasi secara tegas, baik pengelolaan limbah cair yang diproduksi oleh rumah tangga maupun pabrik. “Sikap tegas diperlukan agar tidak berdampak buruk pada kerusakan lingkungan. Harus ada sanksi bagi rumah tangga, apartemen, industri dan lain-lain yang membuang limbah cair sembarangan," tegas Netty.

Selain sanksi, ujar Netty, pemerintah juga harus mengedukasi publik terkait pemakaian produk farmasi yang benar dan tepat. Edukasi sekaligus sanksi akan membuat masyarakat lebih bertanggung jawab untuk turut andil mengelola limbah yang lebih baik. "Sisa obat yang tidak digunakan tidak boleh dibuang sembarangan,” ungkap legislator dapil Jawa Barat VIII tersebut.

Baca Juga: Komisi X DPR RI : Penyelenggaraan PON di Papua Bernilai Strategis

Terakhir, dirinya meminta pemerintah khususnya Pemerintah Daerah (Pemda) DKI untuk segera melaksanakan investigasi penyebab tingginya kadar parasetamol di perairan Teluk Jakarta. “Apakah ini akibat konsumsi masyarakat yang tinggi atau memang berasal dari industri atau rumah sakit yang sistem pengelolaan air limbahnya sembarangan. Tindak tegas apabila terjadi kelalaian agar menjadi pelajaran bagi yang lainnya tentang pentingnya menjaga lingkungan," tutup Netty.

***

Editor: Mohamad Kustandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Guru Honorer Adukan Nasib ke DPRD Provinsi Jawa Barat

Jumat, 15 Oktober 2021 | 21:18 WIB

DPRD Jabar Sorot Penanganan Penambang Ilegal

Kamis, 7 Oktober 2021 | 22:27 WIB

Komisi I DPRD Jabar Dorong Optimalisasi Lahan Idle

Kamis, 7 Oktober 2021 | 21:43 WIB

Bapemperda DPRD Jabar Pelajari Ranperda DCD

Kamis, 7 Oktober 2021 | 21:25 WIB
X