• Senin, 29 November 2021

DPRD Jabar Tolak Semua Bentuk Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi

- Senin, 22 November 2021 | 18:08 WIB
Caption : Anggota DPRD Provinsi Jabar menerima audiensi Dewan Da'wah Islamiah Jawa Barat terkait dengan Permen Kemendikbud Riset dan Teknologi No. 30 tahun 2021
Caption : Anggota DPRD Provinsi Jabar menerima audiensi Dewan Da'wah Islamiah Jawa Barat terkait dengan Permen Kemendikbud Riset dan Teknologi No. 30 tahun 2021

GELIAT EKONOMI,BANDUNG --Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat (Jabar) diwakili Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Ir. H. Abdul Hadi Wijaya, M.Sc, Ali Rasyid, M.Sos, Drs. H. Yod Mintaraga, MPA dan H. Sadar Muslihat, SH menerima audiensi dari Dewan Da'wah Jawa Barat terkait dengan permen Kemendikbud Riset dan Teknologi No. 30 tahun 2021, yang bertempat di Gedung DPRD Jabar. Senin,22 November 2021.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Ir. H. Abdul Hadi Wijaya, M.Sc menanggapi hal tersebut mengatakan, sesungguhnya undang-undang tentang tindak pidana kekerasan seksual itu masih belum selesai jadi peraturan tersebut mendahului undang-undang induknya.

"Padahal Peraturan Kementrian (permen) yang levelnya itu sangat rendah dalam tata perundang-undangan ngeduluin undang-undangnya sendiri, ini sangatlah tidak etis," katanya.

Baca Juga: Wagub Uu Ruzhanul Ulum,Berharap PABPDSI Mampu Menghadirkan Sinergisitas

Abdul Hadi menyatakan secara institusi Komisi I dan Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat akan membuat pernyataan bahwa menolak semua bentuk kekerasan terutama terkait seksual konsen yang mengarah terhadap suka sama suka.

Sementara itu, Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat H. Sadar Muslihat, SH menambahkan, adanya audiensi tersebut sebagai bukti nyata atas kegelisahan masyarakat Indonesia khususnya di Jawa Barat tentang permen Kemendikbud Riset dan Teknologi No. 30 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi.

"Saya yakin reaksi dari permen ini juga bukan hanya dari masyarakat Jawa Barat mungkin hampir di seluruh Indonesia," kata Sadar.

Baca Juga: Kujang Sumber Inspirasi Dan Motivasi Bagi Prajurit Dalam Membela Kebenaran.

Menurutnya, objek yang menjadi sasaran permen tersebut ialah perguruan tinggi yang notabene sebagai tempat mencetak calon-calon pemimpin bangsa dan dengan adanya peraturan tersebut menjadi multitafsir baik dikalangan masyarakat dan agama.

Halaman:

Editor: Ferry Ardiansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Refocusing Anggaran Berdampak Pada Program Mitra Kerja

Selasa, 9 November 2021 | 21:42 WIB

DPRD Jabar Pelajari Perda Dana Cadangan Ke Jawa Tengah

Selasa, 2 November 2021 | 20:04 WIB
X