• Minggu, 24 Oktober 2021

Batik Mendunia, KBRI Canberra Gelar Seminar Batik sebagai Warisan Budaya Indonesia

- Sabtu, 9 Oktober 2021 | 08:26 WIB
KBRI di Canberra Australia,menggelar Seminar “Sustainability of Batik as Indonesia’s Heritage for the World: Opportunities and Challenges", bekerjasama dengan PPIA, secara daring
KBRI di Canberra Australia,menggelar Seminar “Sustainability of Batik as Indonesia’s Heritage for the World: Opportunities and Challenges", bekerjasama dengan PPIA, secara daring

 

CANBERRA, GE - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Canberra, Australia, terus mendorong dan mempromosikan pemakaian batik baik di kancah nasional maupun internasional dengan menggelar Seminar “Sustainability of Batik as Indonesia’s Heritage for the World: Opportunities and Challenges", bekerjasama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA), secara daring, di Canberra kemarin. Diskusi diikuti seratus peserta pencinta budaya Indonesia dari berbagai negara, di antaranya Taipei, Malaysia, India, Italia, Australia, dan Indonesia.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia dan Vanuatu, Kristiarto S. Legowo, mengaku bahwa Indonesia harus terus melestarikan batik sebagai ekspresi kekayaan budaya Indonesia. “Batik adalah bagian penting dan tak terpisahkan dari budaya dan diplomasi Indonesia, karena batik sudah mendunia dan secara luas dicintai bukan hanya oleh orang Indonesia, tapi juga masyarakat dunia,” tutur Dubes Kristiarto dikutip GE dari laman kemdikbud.Sabtu(9/10/2021)

Diakui Dubes Kristiarto, dirinya sendiri amat menggemari batik. “Batik punya dua fungsi dalam masyarakat Indonesia, yaitu fungsi budaya dan fungsi ekonomi. Keseimbangan dua fungsi itulah yang akan menjaga keberlanjutan batik sebagai warisan Indonesia untuk dunia. Sebagai warisan budaya, tentu batik harus dijaga dan dilestarikan. Namun, sebagai komoditas ekonomi, selama ini batik telah menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat dan ini terus meningkat dari tahun ke tahun,” tutur Kristiarto.

Baca Juga: Puan Maharani: DPR RI Siap Jadi Tuan Rumah P20 Tahun 2022

Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Indonesia di Canberra, Mukhamad Najib, menguraikan bahwa diskusi digelar untuk memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada hari penetapan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbenda oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009.

“Diskusi ini ingin mengkaji, dapatkah batik terus bertahan ditengah industri fesyen yang sangat beragam dan menarik? Di sisi lain, negara lain juga turut memproduksi batik, khususnya batik printing yang murah harganya,” terang Atdikbud Najib.

“Harapannya, peserta bisa paham sejarah batik dari ragam perspektif, termasuk dari peneliti internasional. Bukan hanya menambah kecintaan pada batik, tapi juga muncul semangat mempromosikan batik sebagai tren fesyen dunia,” ucap Atdikbud Najib.

Batik Mendunia: Terkenal Hingga ke Afrika dan Eropa, Bahkan Dipakai Penyair India Tagore

Halaman:

Editor: Ferry Ardiansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Silaturahmi Dengan Veteran Wilayah Indramayu.

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 22:24 WIB

Penggemar Motor Tua di Kota Bandung Mulai Menggeliat

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 18:18 WIB

Cara Mengenali Orang Kreatif, Ini 5 Ciri-cirinya

Jumat, 22 Oktober 2021 | 22:16 WIB

Berikut 5 Manfaat Lari Pagi Untuk Kesehatan Tubuh

Jumat, 22 Oktober 2021 | 22:02 WIB

Produk Olahan Singkong Indonesia Tembus Pasar Dunia

Jumat, 22 Oktober 2021 | 20:04 WIB

5 Manfaat Cuka Apel Untuk Kesehatan Tubuh

Kamis, 21 Oktober 2021 | 22:07 WIB

Cara Mengatasi Sakit Punggung Atas dan Penyebabnya

Kamis, 21 Oktober 2021 | 21:57 WIB
X