• Senin, 29 November 2021

Mobile Arts for Peace' (MAP) Indonesia, Memberi Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas Di Bidang Seni Budaya.

- Senin, 22 November 2021 | 17:20 WIB

GELIATEKONOMI, JAKARTA -- SENI Drama (Teater) dinilai dapat menjadi media potensial untuk pembelajaran, pembinaan karakter dan peningkatan komptensi bagi anak-anak muda. Pembelajaran tidak hanya pada tataran kognitif, tetapi menyentuh pada internalisasi dan pengamalan nyata anak-anak muda dalam kehidupan sehari-hari.

Demikian antara lain harapan yang mengemuka dalam penyelenggaraan acara 'Lokakarya Kaum Muda MAP hastag 3: Lokakarya Teater'. Yang berlangsung di Desa Wisata Hotel, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Sabtu, 20 November 2021. Lokakarya Teater ini berlangsung hingga, Minggu, 21 November 2021. 

'Mobile Arts for Peace' (MAP) Indonesia memberi Pelatihan dan Peningkatan kapasitas di Bidang Drama. Seni untuk pemberdayaan, sekaligus mengembangkan ruang-ruang yang Aman, Inklusif dan Progresif untuk berdialog. Mendengarkan secara aktif dan berbagi cara penyelesaian masalah demi mewujudkan perdamaian,' papar Ketua Proyek Mobile Arts for Peace (MAP) Indonesia, Dr. Harla Sara Octarra, M.Sc.

Baca Juga: Ikadin Harus Menjadi Pelopor, Pendorong, Penggerak Terhadap Profesi Advokat.

Berdasarkan Baseline Study di tahun 2020 dan hasil Loka Pasar MAP di bulan Juni 2021, terang Dr. Harla Sara, Seni Teater diminati kaum muda dan memiliki potensi mengangkat isu-isu perdamaian lewat dialog. 

Sejumlah Pelaku Seni yang menjadi Narasumber pada Lokakarya Teater tersebut, antara lain Jose Rizal Manua, Eddie Karsito, Adinda Luthvianti, Andika Ananda, Dina Triastuti, serta lembaga seni Kalanari Theatre dan Studio Hanafi. 

'Mereka memiliki pengalaman kreatif untuk Teater pemberdayaan dan biasa bekerjasama dengan anak-anak muda. Berdasarkan pemahaman ini, Unika Atma Jaya Jakarta meminta kesediaan mereka menjadi Fasilitator Lokakarya Teater MAP ini,' terang Harla.

Baca Juga: Pilkades Serentak Di Kabupaten Cirebon, Digelar Mulai Minggu 21 November 2021.

Mobile Arts for Peace (MAP), kata Harla, adalah program yang diinisiasi University of Lincoln, UK - Inggris. Merupakan program berbasis Seni dan Budaya yang melibatkan anak-anak muda. Untuk membangun kesepahaman dan perdamaian, khususnya di empat Negara Kyrgyzstan, Rwanda, Indonesia dan Nepal.

Halaman:

Editor: Herry Kusraeli

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemuda Pilihan Siap Ikuti Dikmata.

Jumat, 26 November 2021 | 23:04 WIB

Ini Merupakan Bentuk Solidaritas Di TKSK.

Kamis, 25 November 2021 | 06:36 WIB

Baksos Yang Digelar Ini, Merupakan Kegiatan Nasional.

Kamis, 25 November 2021 | 06:32 WIB

Gubernur Jabar Izinkan Namanya Jadi Merek Produk UMKM

Rabu, 24 November 2021 | 19:37 WIB

Siapkan Mental dan Fisik Untuk Kesuksesan Tugas.

Selasa, 23 November 2021 | 22:29 WIB

Penjaringan Dalam Porsadin, Untuk Tingkat Kabupaten.

Senin, 22 November 2021 | 17:35 WIB

Arist Merdeka Sirait, Meluncurkan Dua Karya Penting.

Senin, 22 November 2021 | 17:11 WIB
X