• Minggu, 2 Oktober 2022

Pihak Komnas Perlindungan Anak, Meminta Agar Hasil Penelitian BPOM Terhadap BPA Dibuka Ke Publik

- Kamis, 3 Maret 2022 | 17:24 WIB

GELIATEKONOMI, BANDUNG -- KETUA Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, mengaku heran mengapa rencana harmonisasi Perka Nomoe 31 Tahun 2018 hingga kini belum disahkan. Pihaknya menduga ada yang menghalang-halangi pelabelan pada galon guna ulang.

'Padahal risiko yang dipertaruhkan sangat besar,' ujar Arist Merdeka Sirait, saat dijumpai di kantornya di Jl. TB Simatupang No.33 Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa,1 Maret 2022.

Komnas Perlindungan Anak, lanjut Arist, secara tegas mendukung keputusan BPOM untuk mengubah Perka No 31 tahun 2018.

'Saat ini harusnya para pemangku jabatan lebih memperhatikan masalah kesehatan,' ujarnya.

Pelabelan, kata dia, tidak akan berpengaruh besar terhadap pasar. Dia hanya mengharapkan, agar kelompok usia rentan, bayi, balita dan janin tidak mengkonsumsi.

Baca Juga: 700 Ribu Viewer Selama 6 Hari, Diraih Maulana Ardiansyah Lewat Lantunan Duri-Duri,

'Ambil contoh, penjualan rokok tidak terpengaruh walau sudah diberi label peringatan akan bahayanya. Begitu juga yang terjadi pada susu kental manis. Yang penting Negara hadir memberi edukasi dan mengingatkan kepada masyarakat bahayanya Bisphenol A,' terangnya.

Arist percaya, pasar tidak akan terganggu. Sehingga kelompok yang khawatir akan mempengaruhi penjualan hanyalah ketakutan yang berlebihan.

'Perlu disadarkan, Negara harus benar-benar lebih memperhatikan kesehatan dari pada bisnis. Boleh bisnis tapi mengutamakan kesehatan. Sebab itu sudah jadi tanggungjawab dirumuskannya SNI dan BPOM,' papar Arist.

Halaman:

Editor: Herry Kusraeli

Tags

Artikel Terkait

Terkini

The Man Behind The Gun

Minggu, 4 September 2022 | 13:12 WIB

Pembinaan UMKM, Tulang Punggung Pembangunan Ekonomi

Minggu, 4 September 2022 | 12:16 WIB

Ekspedisi Patroli Merah Putih

Selasa, 9 Agustus 2022 | 20:08 WIB

TNI Itu Adalah Tentara Yang Unik

Senin, 8 Agustus 2022 | 05:38 WIB

Terpopuler

X