Imaji Papua Rilis “Tong Masih di Sini”, Kisahkan Ketangguhan Ekonomi Rakyat Papua

JAYAPURA, GELIATEKONOMI.COM — IMAJI Papua resmi merilis Film Dokumenter terbaru berjudul “Tong Masih di Sini”. Sebuah Karya yang mengangkat kisah ketangguhan petani, pedagang dan pelaku usaha Orang Asli Papua (OAP). Dalam mempertahankan Kehidupan Ekonomi Keluarga, sekaligus menggerakkan Roda Perekonomian Lokal.

Head of Imaji Papua, Yulika Anastasia, mengatakan Film Dokumenter tersebut, lahir dari keinginan untuk melihat lebih dekat bagaimana masyarakat Papua. Menjalankan Aktivitas Ekonomi sehari-hari dan saling terhubung melalui berbagai Komoditas Lokal.

Menurut Yulika, “Tong Masih di Sini” tidak hanya bercerita mengenai kopi, sayuran, sagu dan pinang. Tetapi tentang manusia, di balik setiap komoditas tersebut.

“Tidak ada kehidupan yang berjalan sendirian. Apa yang dikerjakan satu orang ternyata menjadi bagian dari kehidupan orang lain,” ujar Yulika.

Film ini merangkai kisah sejumlah Penggerak Ekonomi Rakyat yang berada di wilayah berbeda. Di Wamena dan Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, terdapat Moses Yigibalom dan Pieter Yigibalom yang bergerak di bidang Kopi. Serta berupaya membangun Ekosistem Komoditas Kopi Lokal, Karya anak-anak Orang Asli Papua.

Kemudian ada Wene Kalolik di Wamena yang menjalani pekerjaan sebagai Tenaga Honorer sekaligus petani sayur. Hasil kebun seperti tomat dan berbagai sayuran menjadi sumber tambahan untuk membantu menopang Ekonomi Keluarganya.

Dari Merauke, Film ini menghadirkan Yakobus Yatmop, Ketua Kelompok Tani Sagu Dwitrap yang aktif mengembangkan Produk Olahan Sagu. Produk yang dihasilkan bahkan telah dipasarkan ke sejumlah Daerah di luar Papua. Seperti Bali, Yogyakarta, Semarang hingga Sumatra Barat.

Sementara itu, sosok Agustina Rontini mewakili para Pedagang Kecil yang terus bertahan di tengah Dinamika Pasar. Selama puluhan tahun, Agustina tetap menjalankan aktivitas Berjualan Pinang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Yulika menjelaskan, keempat kisah tersebut memang berasal dari latar dan wilayah yang berbeda. Namun, kehidupan mereka memiliki satu kesamaan yakni sama-sama menjadi bagian dari Rantai Ekonomi yang saling berhubungan.

“Dari kebun sampai ke meja keluarga, ada banyak tangan yang bekerja. Mereka mungkin tidak pernah bertemu, tetapi apa yang mereka lakukan saling terhubung dalam satu rantai ekonomi,” katanya.

Melalui “Tong Masih di Sini”, Imaji Papua ingin menunjukkan bahwa Ekonomi Papua. Tidak hanya bergerak melalui sektor berskala besar. Di tingkat masyarakat, para Petani, Pedagang dan Pelaku UMKM juga. Memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan Ekonomi Lokal.

Film Dokumenter tersebut menyusuri perjalanan kopi, sayuran, sagu dan pinang dari sumbernya, hingga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Di balik setiap komoditas terdapat cerita tentang kerja keras, ketekunan dan pilihan untuk tetap bertahan meski menghadapi berbagai tantangan.

Menurut Yulika, kisah-kisah tersebut penting untuk didokumentasikan, karena memperlihatkan wajah Papua dari perspektif masyarakat yang setiap hari bekerja dan berusaha memenuhi kebutuhan hidup. Melalui sumber daya yang ada di sekitar mereka.

“Tong Masih di Sini” adalah cerita tentang orang-orang yang tetap memilih untuk bekerja dan bertahan. Mereka adalah bagian dari Kehidupan Ekonomi Papua yang terus bergerak,” ujar Yulika.

Imaji Papua berharap Film ini tidak hanya menjadi Dokumentasi, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk melihat kembali pentingnya Ekonomi Lokal, Produk Masyarakat Papua. Serta hubungan antar Pelaku Ekonomi yang selama ini berjalan secara alami.

Pada akhirnya, Film “Tong Masih di Sini”, menjadi sebuah Potret tentang ketahanan, keterhubungan,
dan harapan. Sebab, selama masih ada masyarakat yang bekerja, berkarya dan saling menopang, roda kehidupan di tmTanah Papua akan terus berjalan. (Nungky).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *