CIAMIS,Geliatekonomi – KZ Musik Bandung bersama Yayasan Bakti Anak Negeri memberikan waktu 1×24 jam kepada panitia Festival Harmoni untuk menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf terkait dugaan pengusiran dari panggung acara.
Polemik pelaksanaan Festival Harmoni yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Ciamis terus bergulir dan kini memasuki babak baru.
Mereka juga meminta transparansi penuh terhadap penggunaan anggaran dan dana sponsor kegiatan.
KZ Musik Bandung bersama Yayasan Bakti Anak Negeri melayangkan ultimatum kepada panitia dan pihak event organizer (EO/IO) untuk segera memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan pengusiran terhadap Ketua Dewan Pendiri Yayasan Bakti Anak Negeri dan petugas Lapas Kelas IIB Ciamis dari atas panggung acara.
Pihak yayasan menilai tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan, terlebih karena Yayasan Bakti Anak Negeri dan KZ Musik Bandung mengaku menjadi salah satu pihak yang berkontribusi besar dalam mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurut keterangan yang disampaikan pihak yayasan, biaya penampilan artis nasional Yayan Jatnika dan Charly Van Houten (VHT) sepenuhnya ditanggung oleh Yayasan Bakti Anak Negeri bersama KZ Musik Bandung sebagai bentuk dukungan terhadap program Pojok Musik Lapas Kelas IIB Ciamis.
“Kehadiran kedua artis tersebut merupakan bagian dari dukungan kami terhadap program pembinaan di Lapas Ciamis. Namun sangat disayangkan, pihak yang telah memberikan kontribusi justru mendapat perlakuan yang tidak semestinya di hadapan publik,” ungkap Direktu KZ Musik Syamsahril Arasid sekaligus sekertaris Yayasan Bakti Anak Negeri Pusat.
Selain mendukung penampilan artis nasional, yayasan juga mengaku turut membantu sejumlah kebutuhan kegiatan lainnya, termasuk dukungan terhadap penampilan seni budaya pada pembukaan acara.
Atas insiden tersebut, Yayasan Bakti Anak Negeri dan KZ Musik Bandung memberikan waktu 1 x 24 jam kepada Ketua Panitia dan pihak penyelenggara untuk menyampaikan klarifikasi resmi sekaligus permintaan maaf.
Tidak hanya itu, mereka juga meminta laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran kegiatan secara terbuka, termasuk dana yang berasal dari berbagai sponsor seperti Bank BJB, Tirta Galuh, Cleo, dan sponsor lainnya.
Pihak yayasan mempertanyakan penggunaan anggaran kegiatan dan meminta kejelasan terkait sumber pembiayaan yang digunakan dalam Festival Harmoni.
“Kami meminta transparansi agar tidak muncul persepsi bahwa biaya artis yang telah kami tanggung justru dibebankan kembali kepada sponsor. Semua pihak berhak mengetahui penggunaan anggaran secara jelas dan terbuka,” tegasnya.
Sorotan lainnya muncul karena Yayasan Bakti Anak Negeri dan KZ Musik Bandung mengaku tidak pernah dicantumkan sebagai sponsor maupun pendukung resmi acara, meskipun telah berkontribusi dalam pembiayaan sejumlah agenda utama.
Seiring berkembangnya persoalan tersebut, Dewan Pengawas Yayasan Bakti Anak Negeri telah melaporkan insiden yang terjadi dalam kegiatan Harmoni Tanpa Batas kepada Ketua Dewan Pembina Yayasan, Mayjen TNI (Purn.) Asril Hamzah Tanjung, S.I.P., yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra.
Menurut informasi yang disampaikan pihak yayasan, laporan tersebut telah diteruskan kepada jajaran pimpinan di tingkat pusat. Baik Ketua Umum maupun Ketua Dewan Pembina disebut tengah menunggu klarifikasi resmi dari panitia dan penyelenggara sesuai batas waktu yang telah diberikan.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa persoalan yang semula terjadi di tingkat pelaksanaan acara kini telah menjadi perhatian pihak yayasan pada level yang lebih tinggi. Yayasan menegaskan bahwa mereka mengedepankan penyelesaian yang terbuka dan profesional, namun tetap menginginkan adanya pertanggungjawaban yang jelas atas insiden yang terjadi.
Apabila hingga batas waktu yang ditentukan tidak terdapat klarifikasi maupun permintaan maaf dari pihak panitia dan penyelenggara, Yayasan Bakti Anak Negeri dan KZ Musik Bandung menyatakan akan membuka persoalan tersebut lebih luas kepada publik serta mendorong keterbukaan seluruh dokumen penggunaan anggaran yang berkaitan dengan pelaksanaan Festival Harmoni.
Hingga berita ini ditulis, pihak panitia maupun event organizer Festival Harmoni belum memberikan tanggapan resmi atas berbagai tuntutan dan pernyataan yang disampaikan oleh Yayasan Bakti Anak Negeri dan KZ Musik Bandung.












