SDN 044 Cicadas Awigombong Kota Bandung, Jadikan Kurban Sebagai Pembelajaran Langsung Bagi Peserta Didik

 

BANDUNG, BEREDUKASI.COM. — SDN 044 Cicadas Awigombong Kota Bandung, menggelar kegiatan pemotongan hewan kurban. Sebagai sebagai wujud atau bagian dari Pembelajaran langsung bagi Peserta Didik, Sabtu, 30 Mei 2026.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda rutin sekolah, juga dijadikan sarana Pendidikan Karakter. Khususnya dalam menanamkan nilai keimanan, kepedulian, empati dan semangat berbagi kepada Peserta Didik.

Ketua Pelaksana Pemotongan Hewan Kurban di SDN 044 Cicadas Awigombong yang sekaligus Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Eddy mengatakan kegiatan kurban di sekolah sudah menjadi rutinitas setiap tahun.

Menurutnya, kegiatan ini berkaitan langsung dengan Materi Pembelajaran PAI, terutama untuk siswa kelas 5 semester 2.

“Ini rutinitas setiap tahun. Saya berusaha memberikan pembelajaran kepada anak-anak karena di mata Pelajaran PAI memang ada materinya,” ujar Edi.

Ia menjelaskan, pengadaan hewan kurban dilakukan melalui infak dan sedekah yang dikumpulkan secara bertahap oleh Peserta Didik. Para Peserta Didik dibiasakan menyisihkan uang secara Sukarela, mulai dari Rp 1.000,- hingga Rp.2.000,-. yang dikumpulkan selama satu tahun.

Dari kebiasaan tersebut, sekolah berupaya membeli satu ekor sapi untuk kegiatan kurban. Menurut Edi, harga sapi tahun ini mencapai sekitar Rp 23 juta hingga Rp.24 juta.
Karena itu, Pengumpulan Infak semakin digiatkan. Setelah Idul Fitri agar kebutuhan pembelian hewan kurban bisa terpenuhi.

“Alhamdulillah setiap tahun bisa sampai satu ekor sapi. Tahun kemarin sempat keteteran, karena banyak libur dan Saldo Infaknya tidak terlalu besar, tapi ada bantuan dari Orang tua peserta didik,” katanya.

Edi menuturkan, daging kurban nantinya dibagikan kepada Peserta Didik yang membutuhkan. Termasuk anak Yatim Piatu serta pihak yang terlibat dalam kegiatan sekolah. Pembagian dilakukan, dengan memperhatikan penerima pada tahun sebelumnya agar lebih merata.

Menurutnya, kegiatan ini melibatkan seluruh unsur sekolah, mulai dari Peserta Didik kelas 1 hingga kelas 6, Guru, Panitia, Penjaga Sekolah, hingga pihak luar yang ikut membantu. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dipertahankan karena memiliki nilai Edukasi yang kuat.

“Insya Allah ingin terus dipertahankan. Ini sudah menjadi kegiatan rutin dan mendapat nilai positif dari Pengawas maupun Kementerian Agama,” ucapnya.

Edi juga terlibat langsung dalam proses penyembelihan hewan kurban. Ia mengaku sudah terbiasa melakukan penyembelihan, termasuk di lingkungan DKM tempatnya beraktivitas.

Sementara itu, Kepala SDN 044 Cicadas Awigombong, Suhara, mengatakan kegiatan kurban di sekolah. Merupakan bentuk Pembelajaran Praktik bagi Peserta Didik.

“Para Peserta Didik, tidak hanya menerima Teori di kelas, tetapi bisa melihat langsung Proses Pelaksanaan Kurban,” jelas Suhara, disela-sela pemotongan hewan kurban.

Menurut Suhara, para Peserta Didik, dapat mengamati proses sejak penyembelihan, pengulitan, pencacahan daging, penimbangan, hingga pendistribusian kepada penerima manfaat.

“Ini pembelajaran kurban. Para Peserta Didik bisa melihat langsung prosesnya, karena kalau di kelas biasanya hanya Teori. Sekarang mereka bisa mengetahui praktiknya seperti apa,” ujar Suhara.

Ia menjelaskan, meski kurban tersebut bukan berasal dari satu orang mudhohi secara pribadi, kegiatan ini tetap memiliki makna pendidikan. Hewan kurban diperoleh dari Infak dan Sedekah Peserta Didik, Orang tua, serta Guru.

Suhara menilai, kegiatan tersebut dapat menanamkan nilai keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail kepada Peserta Didik. Selain itu, Peserta Didik juga belajar bahwa daging kurban tidak dinikmati sendiri, melainkan dibagikan kepada yang membutuhkan.

“Di situ ada rasa Empati, Peduli dan Dermawan. Mudah-mudahan ketika Peserta Didik sudah besar, mereka bisa mengenang bahwa dulu pernah belajar kurban di sekolah,” tandas Suhara.

Ia berharap kegiatan pemotongan hewan kurban di SDN 044 Cicadas Awigombong ini, dapat terus berlangsung setiap tahun. Dukungan dari Orang tua, Guru dan seluruh Warga Sekolah. Dinilai penting, agar kegiatan tersebut dapat berjalan lebih baik.

“Harapannya kegiatan ini, bisa terus dilaksanakan setiap tahun. Mudah-mudahan Infak dan Sedekahnya bisa lebih besar lagi. Sehingga hewan kurban yang disiapkan juga bisa lebih banyak,” kata Suhara, mengakhiri bincangnya. (HKS).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *