Indri Rindani: Pemerintah Harus Hadir dan Berpihak kepada Pelaku UMKM

BANDUNG,Geliatekonomi – Anggota Komisi II DPRD Kota Bandung, Indri Rindani, menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kepentingan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kebijakan yang berpihak pada penguatan ekonomi kerakyatan.

Berbekal pengalaman selama hampir tiga dekade sebagai pelaku usaha, Indri kini memanfaatkan perannya sebagai legislator untuk mendorong lahirnya berbagai program dan kebijakan yang mampu mendukung pertumbuhan UMKM serta koperasi di Kota Bandung.

Hal tersebut disampaikan Indri saat menghadiri Pendidikan dan Pelatihan Perkoperasian bagi Pengawas Koperasi Kelurahan Merah Putih Kota Bandung Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Grandia, Kota Bandung, Senin (22/6/2026).

Indri mengungkapkan bahwa perjalanan yang ditempuhnya hingga berada di kursi legislatif tidak terlepas dari pengalaman panjangnya selama sekitar 27 tahun berkecimpung di dunia usaha. Selama itu pula ia membangun jaringan bisnis hingga ke berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.

Namun, kecintaannya terhadap Kota Bandung mendorong dirinya untuk kembali fokus memberikan kontribusi melalui jalur kebijakan publik.

“Dulu saya hanya menjadi pelaku UMKM. Sekarang saya diberi amanah untuk ikut menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada pelaku UMKM di Kota Bandung,” ujarnya.

Menurut Indri, bekerja di lingkungan pemerintahan memiliki tantangan tersendiri karena mekanisme dan prosesnya berbeda dengan dunia usaha. Meski demikian, selama dua setengah tahun bertugas di Komisi II DPRD Kota Bandung, ia bersama anggota komisi lainnya terus berupaya menghadirkan berbagai peluang dan program yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat komunikasi dengan berbagai kementerian yang menjadi mitra kerja. Melalui pendekatan tersebut, sejumlah peluang program pemerintah pusat berhasil dibuka untuk mendukung pengembangan UMKM dan koperasi di Kota Bandung.

“Komisi II terus berupaya mendatangi kementerian-kementerian terkait untuk mencari peluang program yang bisa dibawa ke Kota Bandung. Ternyata kementerian sangat terbuka dan senang ketika daerah aktif berkomunikasi,” katanya.

Indri menilai pengalaman dan jejaring yang dibangunnya selama puluhan tahun di dunia usaha menjadi modal penting dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan koperasi.

Di sektor koperasi, yang telah digelutinya lebih dari 20 tahun, Indri melihat potensi besar untuk memperkuat ekonomi masyarakat. Karena itu, ia mengapresiasi upaya Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung yang terus menjalankan berbagai program pembinaan meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran.

Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan terhambatnya pelayanan kepada masyarakat. Oleh sebab itu, dalam berbagai pembahasan anggaran, dirinya terus mendorong peningkatan dukungan bagi perangkat daerah yang menjadi mitra kerja Komisi II DPRD Kota Bandung.

“Tujuan saya hanya satu, bagaimana UMKM dan koperasi di Kota Bandung semakin maju dan masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Indri memastikan Komisi II DPRD Kota Bandung akan terus bersikap proaktif dengan menjalin komunikasi dan koordinasi dengan kementerian terkait guna menghadirkan program-program yang mampu memperkuat daya saing UMKM dan koperasi.

“Kami berharap pelaku UMKM dapat semakin berkembang, memiliki daya saing, serta mampu menjadi salah satu penggerak utama perekonomian Kota Bandung,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kemajuan UMKM dan koperasi bukan hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi Kota Bandung yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *